Minggu, 12 Februari 2017

Mencari Inspirasi dari Pameran Instalasi Seni

Suka datang ke acara pameran seni? Atau lebih khususnya pameran instalasi seni? Datang ke acara semacam ini sangat menarik. Karena bisa menghadirkan inspirasi-inspirasi baru. Terkadang dalam karya seni yang ditampilkan pun penuh dengan pesan khusus yang membuat kita bisa lebih dalam memaknainya. 

Seperti ketika membaca mengenai pameran instalasi seni yang berlangsung di Venice Biennale, Italia. Di sana ditunjukkan beragam karya seni dari berbagai negara di dunia. 

Ya, saat menyimak mengenai artikel pameran instalasi seni yang dimuat di situs GoAheadpeople.com itu karya yang ditampilkan amat luar biasa. 

Misalnya seniman dari Korea menampilkan karya berjudul "The Ways of Folding Space & Flying". Karya tersebut dibuat oleh seniman kenamaan Moon Kyungwong dan Jeon Joonho. Karya seni tersebut nampak unik dan memiliki makna yang mendalam. 

Kemudian seniman dari Afrikan Selatan menampilkan karya yang berisi pesan mengenai kebebasan dan kebebasan penduduk lokal. Karya ini sarat makna dan amat kontekstual dengan kondisi di negara tersebut. 

Lain halnya dengan seniman asal Singapore yang mengusung project seni "Sea State" yang mampu mengeksplorasi persepsi mengenai laut dan darat di Singapura. 

Kemudian untuk seniman dari Mesir yaitu Ahmed Abdel Fatah, Maher Dawoud, dan Gamal Elkheshen menghasilkan karya instalasi seni berjudul "Can You See?". Karya ini membawa ide yang cemerlang dengan pesan yang kuat mengenai kelestarian alam. 

Sementara, dari Indonesia adalah seniman Heri Dono yang membawakan instalasi "Trokomodo-Trojan Horse and Komodo". Instalasi tersebut berbentuk komodo dengan tinggi 4 meter dan terbuat dari bahan rotan dan kanvas batik. Selain itu, Heri Dono juga menampilkan kapal yang digantungkan. Kapal itu disebutnya sebagai Kapal Arwah. 

Venice Biennale dikenal sebagai salah satu event pameran seni terkemuka di dunia. Pameran tersebut dilangsungkan di Venice, Italia dan sudah diadakan sejak tahun 1895. Pameran ini memang banyak dikenal memiliki fokus untuk seni kontemporer.

Kalau di Indonesia sendiri, ada beberapa pameran seni yang cukup sering menjadi perhatian, seperti misalnya Jakarta Biennale. Acara ini digelar dua tahunan. Terakhir kali acara pameran ini diadakan pada tahun 2015 lalu bertempat di Gudang Sarinah Jakarta Selatan. ketika itu dalam pameran ini menghadirkan 5 kurator muda serta 1 kurator internasional. 

Kemudian untuk Jakarta Biennale 2017 direncanakan akan dilakukan pada 4 November 2017 sampai 10 Desember 2017. Sudah diumumkan para kurator yang terpilih dalam Jakarta Biennale ini yaitu Annissa Gultom, Hendro Wiyanto, Philippe Pirotte, dan Vit Havranek.
Kemudian eksebisi lainnya yang cukup dikenal adalah Bienale Jogja. Dalam pameran tersebut disuguhkan sejumlah karya seni kontemporer. 

Biennale Jogja ini sudah cukup tua perkembangannya. Sebab sudah berusia lebih dari 20 tahun. Dikenal awalnya dengan nama Pameran Seni Lukis Yogyakarta dan sekarang disebut sebagai Biennale Jogja. 

Melihat perkembangan seni yang cukup menggeliat di tanah air ini jelas cukup menggembirakan. Semoga saja geliat tersebut bisa terus menghidupkan nuansa seni di tanah air. Paling tidak agar iklim seni yang rasanya kering-kerontang di tanah air ini bisa dihidupkan kembali melalui acara pameran seni semacam ini. Sehingga nantinya karya seni di Indonesia ini bisa makin maju dan berkembang lagi. 

Bagi masyarakat pun dengan keberadaan biennale ini bisa sebagai wahana untuk menumbuhkembangkan kesadaran dalam mengapresiasi seni. Yang pada akhirnya juga berpengaruh terhadap kehidupan di masyarakat kita.
Load disqus comments

0 komentar